Friday, October 14, 2016

Memanjangkan Kuku, Penyerupaan Diri dengan Hewan

Memanjangkan Kuku, Penyerupaan Diri dengan Hewan

MEMANJANGKAN kuku seakan menjadi tren tersendiri saat ini, dan hal itu dianggap lumrah. Tidak ada orang yang melarang atau setidaknya memberi pengertian akibat yang timbul akibat memanjangkan kuku, baik itu secara umum atau pun menurut pandangan Islam.

Hal ini akan sering kita jumpai pada kaum perempuan yang semakin banyak memanjangkan kuku. Berdalih ingin terlihat modern, terlihat fashionable, atau apapun itu yang menurut mereka wajar untuk memanjangkan kuku.

Lalu bagaimana pandangan islam tentang memanjangkan kuku?

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallaahu 'Anhu ia berkata: "Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam memberi kami batas waktu untuk menggunting kumis, menggunting kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan, yaitu tidak membiarkannya lebih dari empat puluh hari." (H.R Ahmad, Muslim dan Nasa'i, lafal hadis di atas adalah lafal hadis riwayat Ahmad)

Tahukah kita bahwa menggunting kuku ternyata termasuk ke dalam perkara fitrah? Begitulah sabda Nabi Muhammad saw: "Perkara fitrah ada lima: Berkhitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kumis, menggunting kuku dan mencabut bulu ketiak." (H.R Al-Bukhari dan Muslim)

Jadi sangat jelas bahwa tidak ada anjuran dalam Islam untuk memanjangkan kuku. Islam telah mengatur semua hal dalam kehidupan kita dengan begitu jelas, termasuk hal yang sebagian dari kita menganggapnya hal sepele. Padahal hal sepele yang kita lakukan semakin memberatkan timbangan dosa kita.

Jangan, hanya karena ingin terlihat mengikuti perkembangan zaman, kita melakukan sesuatu yang benar-benar sudah dilarang. Ingatlah, memanjangkan kuku malah akan membuat bakteri-bakteri merajalela masuk ke dalam tubuh melalui kuku. Kuku tersebut tersimpan kotoran, dan juga untuk menghindari bentuk penyerupaan diri dengan orang-orang kafir dan hewan-hewan bercakar dan berkuku panjang.

Fatawa Lajnah Daimah V/173 :

Pada hari ini banyak kita jumpai kaum wanita yang menyerupakan dirinya dengan binatang-binatang buas, dengan memanjangkan kuku-kuku mereka kemudian mengecatnya dengan cat-cat kuku berwarna norak. Pemandangan seperti ini sangat buruk dan membuat jengkel hati orang-orang berpikiran sehat dan lurus fitrahnya. Termasuk kebiasaan jelek yang dilakukan sebagian orang pada hari ini adalah membiarkan panjang salah satu kukunya, sudah barang tentu perbuatan semacam itu menyalahi perkara fitrah. Hanya kepada Allah sematalah kita memohon keselamatan dan afiat dan Dia-lah yang menunjuki kepada jalan yang lurus.

(FB Pages : Pustaka Ilmu fiqih)

(FB Group : Info manaqib tqn suryalaya)

Baca juga
- Artikel Wanita Sholehah

Tuesday, August 23, 2016

dalil tentang dzikir khafi

Dalil tentang dzikir khafi


Dzikir khafi merupakan salah satu amalan selain dzikir Laa Ilaaha illallah. Dzikir khafi dikenal juga dengan nama dzikir ismu dzat dimana qolbu kita dilatih agar terus berdzikir dimanapun dan tidak lupa sedetikpun.

Di bawah ini merupakan Dalil Tentang Dzikir Khafi :

  1. "Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berhubungan dengan manusia melalui qalbunya".(QS. 8:24)
  2. "Orang - orang kafir berkata : "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (Mukzizat) dari Tuhannya ? Katakan, sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk orang - orang yang bertaubat kepada-Nya (yaitu) Orang - orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram (tenang) dengan dzikrullah (mengingat allah), ingatlah hanya dengan dzikrullah (mengingat Allah) hati menjadi tenteram." (Q.S. Ar-Ra'd ayat 27-28)
  3. Rasullah SAW bersabda yang artinya :

    "Wahai hambaku, inginkah aku ajarkan beberapa kalimat yang allah akan memberikan manfaat karenanya kepadamu, sahabat menjawab ya ingin wahai Rasulllah SAW. Jagalah Allah(dengan mengingatnya) maka Allah akan menjagamu (dengan rahmat-NYA), Jagalah Allah(dengan mengingatnya) maka Allah akan membimbingmu" (HR. Ibnu Abbas r.a) (Kitab Thoharoh al-Qulub halaman 122)
  4. Mushonif ibnu Abi Syaibah meriwatkan sabda Rasullah Saw :

    Tidak ada seorang pun dari anak adam, melainkan pada qalbunya ada dua rumah. Di dalam satu dari keduanya dihuni malaikat, sedang yang lainnya dihuni syetan. Maka apabila ia berdzikir kepada Allah SWT, syetan akan menyelinap pergi, dan apabila ia tidak melakukan dzikir, maka syetan meletakkan moncong mulutnya di dalam qalbu manusia kemudian membisikan pengaruhnya.
  5. Ibnu Abbas r.a, mengungkapkan :

    Syetan itu mendekam di qalbu Bani Adam (manusia), maka jika ia (manusia) lupa dan lalai (dari dzikir kepada Allah SWT), syetan itu membisik-bisikan pengaruh buruknya, tetapi jika manusia berdzikir, maka syetan pun pergi tergesa-gesa.
  6. " Tidak ada sesuatu amal pun yang dapat menyelamatkan seseorang kecuali dengan banyak melakukan dzikir kepada Allah Azza Wajalla". (H.R Thabrani dari Mu'ad dan Abi Syaibah"
  7. Ciri cinta kepada Allah senang cinta Dzikrullah, Ciri benci kepada allah benci dzikir kepada-Nya" (HR. Baihaqi dari Anas)


Baca Juga
- Artikel tentang dzikir

Dalil tentang dzikir Laa illaaha illallah

Dalil tentang dzikir Laa illaaha illallah

Dzikir Laa illaaha illallah merupakan dzikir utama yang diamalkan oleh para Nabi, para Sahabat, para Wali Allah dan orang-orang sholeh. Dzikir Laa illaaha illallah merupakan kunci untuk masuk surga.

Dibawah ini merupakan Dalil tentang dzikir Laa Ilaaha illallah.

  1. Sesungguhnya bergemuruhnya suara orang berdzikir saat usai shalat fardhu betul-betul terjadi di masa Rasulullah s.a.w. Aku dapat mengetahui orang sudah usai shalat (berjamaah di masjid Nabi) ketika kudengar suara dzikir itu. (H.S. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Ahmad)
  2. Rasulullah SAW bersabda :

    Perbaharuilah selalu imanmu”. Dikatakan: “Bagaimana kami memperbaharui iman kami?” Rasul: “Dengan memperbanyak ucapan Lâ-ilâha-illallâh” (HR. Ahmad)
  3. Nabi Muhammad SAW bersabda :

    "Mestinya kamu memohon perlindungan dengan Laa ilaaha illalloh dan istigfar, perbanyaklah mengamalkannya, karena iblis menyatakan. Aku hancurkan manusia dengan melakukan dosa-dosa, dan manusia menghancurkanku dengan mengucapkan kalimat laa ilaha illalloh dan istigfar (HR. Abi Ya'la dari Abu bakar Siddiq ra)
  4. Rasullah SAW pernah bersabda :

    Barang siapa dari kalian yang merasa lemah di waktu malam untuk melakukan shalat malam,merasa bakhil untuk menginfakkan harta dan pengecut (merasa takut) untuk berjihad melawan musuh, maka perbanyaklah dzikir kepada Allah (H.R. Ath-Thabrani r.a)
  5. Rasullah SAW pun pernah bersabda :

    Sesungguhnya segala sesuatu itu ada alat pembersihnya, dan untuk membersihkan hati adalah dengan melakukan dzikrullah (H.R al-Baihaqi r.a)
  6. "Tidaklah suatu kaum sambil berdzikir kepada Allah,

    kecuali para malaikat akan mengerumuni mereka, dan mereka akan dinaungi oleh rahmat Allah SWT, dan akan diturunkan kepada mereka ketenangan jiwa, dan Allah SWT membangga-banggakan mereka didepan majlisnya" (H.R Ahmad, Muslim, Timidzi, Ibnu Majjah, dan Baihaqi r.a)
  7. Barang siapa yang banyak melakukan Dzikir kepadaKu dari pada banyak meminta, maka Aku akan memberikan yang paling baik kepadanya yang tidak aku berikan kepada setiap orang yang banyak meminta sedikit berdzikir."(H.R Baihaqi dari Umar Bin Khattab)
  8. Dari hasan Bashry :

    Nabi SAW ditanya : Ya Rasul amal apakah yang paling utama ? Jawabnya ? Jika engkau meninggal bibirmu basah dengan dzikrullah 
  9. Nabi Muhammad SAW bersabda :

    Ada 3 Amalan yang paling berat timbangannya, yaitu :

    1. Menginsafi diri sendiri
    2. Membantu saudaranya dengan harta
    3. Dzikrullah
  10. Nabi Muhammad SAW bersabda :

    Ingatlah, aku akan memberitahu kepada, amal yang paling baik dan mulia di sisi Tuhanmu,yang dapat mengangkat derajat tertinggi, dan bagimu lebih baik daripada bersedekah mas-perak, dan lebih baik daripada mati syahid membela agama Allah, yaitu Dzikrullah (mengingat allah)
  11. Nabi Muhammad SAW bersabda :

    "Yang paling utama dari apa yang telah aku ucapkan dan yang telah diucapkan olehNabi-nabi sebelum aku ialah kalimat Laa ilaaha illalloh."