Search This Blog

Loading...

Saturday, May 2, 2015

hukum orang shalat jika keluar air mani

Didi Izuddin As-Salaby bertanya :

Bagaimana hukum orang yang mengerjakan shalat jika mengeluarkan air mani  atau air madzi ?

jawaban :

> Pustaka Ilmu Fiqih

jika keluar mani pada saat mengerjakan shalat maka hukumnya batal shalatnya. Tetapi harus dibedakan antara keluar mani atau madzi.

kalau yang keluar mani maka wajib mandi.

kalau yang keluar madzi maka cukup wudlu dan celananya harus diganti. Celana yang terkena madzi harus dicuci dahulu.

=============

CIRI-CIRI MANI

Cairan yang keluar ketika syahwat mencapai puncak, memiliki bau khas, disertai pancaran. Mani umumnya keluar karena hubungan intim (suami istri), mimpi hubungan intim, hubungan zina atau onani. Mani hukumnya suci sehingga membatalkan wudlu, membatalkan puasa dan wajb mandi besar

CIRI-CIRI MADZI

Cairan bening, kadang lengket tapi tidak terlalu kental, tidak berbau, keluarnya tidak memancar, Madzi keluar biasanya karena sedang syahwat, atau kelelahan bekerja. Madzi hukumnya najis sehingga membatalkan wudlu tetapi tidak membatalkan puasa cukup wudlu. Dan pakaian yang terkena madzi harus diganti dan dibersihkan.

CIRI-CIRI WADI

Wadi adalah cairan putih-kental-keruh yang tidak berbau. Wadi dari sisi kekentalannya mirip mani, tapi dari sisi kekeruhannya berbeda dengan mani. Biasanya wadi keluar setelah kencing atau setelah mengangkat beban yang berat. Dan keluarnya bisa setetes atau dua tetes, bahkan bisa saja lebih. Wadi hukumnya najis sehingga membatalkan wudlu tetapi tidak membatalkan puasa..

Sumber Diskusi :

https://www.facebook.com/groups/220375048043191/permalink/761295270617830/?hc_location=ufi


Baca Juga
Diskusi Ilmu Fiqih lainnya


apakah suami istri batal wudlu ketika bersentuhan kulit

Bobo Ajha bertanya :

Apakah suami istri batal wudlunya ketika bersentuhan kulit ?

Jawaban

> Pustaka Ilmu Fiqih

wudlunya batal karena termasuk bukan mahram sehingga halal untuk dinikahi

-------------------

pendapat Imam Syafi'i yang mengatakan bahwa persentuhan dua kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram akan membatalkan wudhu secara mutlak, baik persentuhan itu disertai syahwat atau tidak.

Surat An-Nisaa [4:43] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub301, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun.

Menurut Imam Syafi'i ayat 43 surat al-Nisa' itu tidak berarti "menyentuh" dengan arti bersenggama (jima'). Kesimpulannya, persentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram tanpa ada penghalang akan membatalkan wudhu, baik disertai syahwat atau tidak.

---------------------

hadits lain yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar dari ayahnya

Sentuhan tangan seorang laki-laki terhadap istrinya dan kecupannya termasuk pada bersentuhan (mulamasah). Maka barangsiapa mencium istrinya atau menyentuhnya dengan tangan, wajiblah atasnya berwudhu (HR. Malik dalam Muwattha’ dan as-Syafi’i)

Sumber Diskusi :

https://www.facebook.com/groups/220375048043191/permalink/755041341243223/?hc_location=ufi


Baca Juga

Diskusi Ilmu Fiqih lainnya

Saturday, April 25, 2015

sirojudin ruyani - wakil talqin tangerang banten

Ustadz M. Sirojudin Ruyani
(Wakil Talqin TQN Suryalaya domisili Tangerang Banten)










Jl. Mataram 19 no.12 Prumnas III
Karawaci Tangerang
Tlp. (021) 5912689

Diangkat menjadi Wakil Talqin TQN Suryalaya : 2 September 2005

Baca juga Daftar Wakil Talqin TQN Suryalaya lainnya